Return Match

Share:

Tatapan yang ku sadari saat itu di hotel musim panas
Yang menyilaukan bagai sinar yang menembus pohon-pohon palem

Aku pun sadar bahwa kamulah rasa sakit yang tertinggal di hatiku
Dua orang yang terlalu muda tidak bisa dikontrol

Teruslah membara, teruslah membara api kenangan yang tidak akan pernah padam
Aku tidak lupa, aku tidak lupa
saat kututup mata ada dirimu yang dulu
Di saat liburan yang terlalu panjang
Pelukanmu pun menjadi lebih hangat


Anting dari berlian yang dicopot pun bagai monolog
Sejak saat itu sudah berapa kali kamu jatuh cinta?

Cara bicara, dan bahkan hingga kebiasaanmu mengangkat rambutmu
Bibirmu itu yang amat indah, ah tidak berubah

Teruslah meningkat, teruslah meningkat semangat yang muncul oleh getaran gairah
Kuingin memeluk, kuingin memeluk
waktu berlalu dan kamu pun menjadi dewasa
Kebetulan telah mempersiapkan
Pertemuan malam ini yang berbahaya

Api romansa yang tersisa pun tertiup oleh hembus angin jealousy
Tubuh ini pun perlahan-lahan jadi percikan api


Teruslah membara, teruslah membara api kenangan yang tidak akan pernah padam
Aku tidak lupa, aku tidak lupa saat
kututup mata ada dirimu yang dulu
Sekali lagi, sekali lagi
kuingin percaya arti pertemuan itu
Sekarang pastilah, sekarang pastilah
mengerti arti dari takdir yang terlewatkan
Perbaiki semua dari awal
Dan meninggalkan semuanya untuk return match
Bagaikan cinta pertama kalinya
Sampai pagi tiba saatnya nanti return match