Two Years Later

Share:

Kudorong pintu yang susah dibuka
Ke dalam tempat yang tak berpenghuni?
Besok (di sini) ayo (bertemu)
e-mail (sebaris) yang datang (mendadak)
Kaca mozaik itu sangat nostaljik

“Sebelum diriku menjadi dewasa
Tak bisa cintaimu” saat dimanjakan
Cinta (lama di) lubuk (hatiku)
Sedih (nan manis) tinggalkan (duri)?
Penanda dari kenangan

Kenapa? 2 tahun berlalu
Kenapa? Membuatku berbalik??
Beritahu!

Maafkanlah, Tuhan?
Ampunilah diriku ini!
Yang tidak percaya ‘kan cinta?
Aku adalah wanita yang jahat AH -
Sesatkan orang yang ditemui selanjutnya dengan kesedihan
Suatu yang penting bagiku telah menghilang AH-?


Baiknya bertemu dengan muka apa??
Karena ku bukan aku yang waktu dulu
ada (tujuan) Tak bisa (pergi)?
Mungkinku (memakai) bohong yang (pandai)?
Ku bingung menulis e-mail balasan

Di sisi ujung bangku panjang itu
Kuhela nafasku hilangkan semua perandaian
Sampai (sekarang) kuingin (cintai)
Dirimu (selalu)?Ego tak (terucap)
Waktu itu sangat kejam

Hai, kenapa manusia
Hai, sadari kesalahan
Yang dibuat?

Maafkanlah, Tuhan
Diriku yang terlalu bodoh
Tak bisa menepati janji
Kau adalah orang yang baik, dahulu AH-
Tapi pada jari manisku ada seseorang yang baru?
Sudah, tak bisa kembali?ke masa itu AH-

Maafkanlah, Tuhan?
Ampunilah diriku ini!
Yang tidak percaya ‘kan cinta?
Aku adalah wanita yang jahat AH-
Sesatkan orang yang ditemui selanjutnya dengan kesedihan
Suatu yang penting bagiku telah menghilang AH-?